Blog ini seperti eskampiun….

Archive for the ‘Curhat mahasiswa’ Category

Galeri

My SKRIPSWEET

Alhamdulillah, skripsinya selesai juga….

setelah melalui berbagai tahap yang sudah saya ceritakan di dalam kategori keSARJANAan… mulai dari 99 hari mengejar sarjana, seminar proposal 21, seminar hasil 12, dan cuplikan PRA KATA di dalam skripsi saya…

Berikut akan saya perlihatkan beberapa foto skripsinya (lebih…)

Galeri

PRA KATA

Hi guys. Today I’m gonna show you a part of my undergraduate thesis (‘skripsi’), U can call it ‘PRA KATA’. check it out:

aaaaaaaaa

halaman iv

bbbbbbbbbb

halaman v

cccccccc

halaman vi

Overall, I can’t give anything for you. I can only say thank you. May your goodness get the best reward from Allah SWT. Amin

10425384_764159427006643_8214289637318473735_n

imelda~

Galeri

Seminar Hasil “12”

Sebelumnya, Seminar Proposal “21”

Begitulah suasana sesaat sebelum Imelda Seminar Hasil.

Dengan mengenakan kemeja polos putih, dikombinasikan dengan rok hitam, dan jilbab yang juga berwarna hitam. Sepatu berwarna coklat, dengan stoking pendek bermotif bercak-bercak coklat sebagai perantara antara kaki dengan lantai. Tidak lupa, sedikit taburan bedak baby johnson dan lisptik pixy P. 05 berwarna merah jambu. Kini Imelda terlihat lebih fresh dan lebih siap untuk menghadapi hujatan pertanyaan dari para dosen penguji. Tidak lupa Imelda memohon do’a restu kepada kedua orang tuanya via telpon.

Imelda dan kawan-kawan berjalan menuju ruang seminar. Di dalam ruangan berukuran sekitar 3 x 5 meter, terdapat beberapa meja beralaskan warna hijau. Jika dilihat dengan seksama, terdapat  Infocus yang digantung di langit-langit ruangan dengan modus stand by, ia siap untuk membantu siapapun mempresentasikan proposal/ hasil penelitian. Tidak terkecuali hasil penelitian Imelda.

Sekarang sudah menunjukkan pukul 10.50 WIB, masih belum ada satu orang dosenpun yang datang. Teman-teman yang lain menyuruh Imelda menghubungi para dosen. Jelas saja Imelda tidak mau, ia sengaja mengulur-ulur waktu.

11.10 WIB. Meja hijau di tengah ruangan, yang dilengkapi dengan tujuh buah kursi, kini telah ditempati oleh beberapa orang:

  1. Di kursi penyaji, telah duduk seorang mahasiswi bernama Imelda Dewi Agusti. Duduk di kursi ‘panas’ yang akan menopang tubuhnya selama 1,5 jam kedepan. Kursi penentuan perjuangan kuliahnya selama 4,5 tahun (sudah termasuk penelitian 1 tahun). Kursi yang akan merubah nama Imelda di hari ini.
  2. Di kursi ketua seminar, telah duduk seorang dosen yang cantik. Ibuk Ivnaini Andesgur ST M Eng yang merangkap sebagai moderator. Ibuk ini akan mengarahkan alurnya seminar dari awal hingga selesai.
  3. Di kursi pembimbing 2. Seharusnya telah duduk seorang Dosen Sipil berkacamata. Ibuk Lita Darmayanti ST, MT berhalangan hadir karena sedang menuntut ilmu di universitas teknik nomor satu di negri ini, ITB (Institut Teknologi Bandung). Semoga beliau sukses dan segera menyandang gelar S3. Amin. Kita do’akan saja. Ide penelitian ini adalah hasil pemikiran beliau. Penelitian ini adalah penelitian yang membangun dan menjatuhkan namun akhirnya membangkitkan.
  4. Di kursi pembimbing 1, telah duduk seorang dosen yang sedikit berperawakan Cina. Bapak Edy Saputra MT, PhD. Dosen yang mendapat gelar S3 dari Curtin University di Australia ini tidak hanya membimbing dalam ruang lingkup antara peneliti dengan yang diteliti. Tapi juga antara peneliti dengan yang Maha Teliti.
  5. Di kursi penguji 1, telah duduk dosen penguji yang paling Imelda takuti. Dosen kimia, Ahmad Fadli, MT, Ph. D yang akan menanyakan seluk beluk dan sedetail-detailnya penelitian. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang awalnya tak terpikirkan. Dan jika semua pertanyaan tersebut bisa Imelda jawab, skripsinya akan menjadi skripsi terbaik yang pernah ada. Namun sayang sekali, tidak semua pertanyaan itu bisa terjawab. Pengetahuan dan sumber bacaan yang masih terbatas. Sebenarnya bisa disiasati dengan cara berdiskusi. Tapi, ketakutan lebih besar dari keinginan. Sebenarnya apa sih yang ditakutkan? Takut dicemooh? Takut terlihat bodoh? Takut diabaikan? Entahlah, yang jelas Imelda tidak pernah berdiskusi dengan bapak ini dan juga bapak-bapak penguji yang lain. Sungguh ini adalah ketakutan yang keliru. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk yang lain.
  6. Di kursi penguji 2, telah duduk seorang dosen yang juga berperan sebagai dosen wali/ dosen pembimbing Imelda. Bapak Drs. Edward HS MS. Dosen senior yang terkenal dengan keramahan dan kedisplinannya ini awalnya juga ditakuti oleh Imelda. Tapi untuk seterusnya, bapaknya baik. Bahkan Imelda pernah dua kali menjadi asisten praktikumnya. Juga pernah diajak bergabung dalam proyek bioporinya. Semoga diberi kesehatan selalu kepada bapak yang satu ini. AMIN
  7. Di kursi penguji 3, masih terlihat kosong. Seharusnya disini telah duduk seorang dosen muda. Tapi, Imelda mendapat kabar bahwa bapaknya sekarang sedang berada di perjalanan menuju kampus. Kita do’akan saja bapaknya sampai dengan selamat. Amin

“Baiklah, untuk tidak memperpanjang waktu, seminar hasil pada tanggal 12 Januari 2015. DIMULAI”, kata buk Andes membuka acara seminar.

Deg-degan bukan main. Wajah-wajah lembut dosen penguji mulai terlihat sangar. Wajah dosen pembimbingpun mulai jadi pertaruhan, antara menaikkan atau menjatuhkan wajahnya. Cukup. Cukup saat seminar proposal saja Imelda ‘mempermalukan’ dosen pembimbing. Kali ini jangan. “Ya Allah, jangan sampai ada kecewa di wajah dosen pembimbingku. Ku mohon”.

kemudian buk Andes menjelaskan alur acara seminar.

“Seminar terdiri dari 4 sesi. Sesi pertama, presentasi seminar oleh penyaji selama 15 menit. Sesi kedua, sesi Tanya jawab. Masing-masing dosen penguji diberikan waktu 15 menit. Sesi ketiga adalah diskusi dosen untuk penentuan lulus/ tidak. Sesi keempat, pengumuman lulus/ tidak.”

Bismillahirrohmanirrohim” Imelda memulai mempresentasikan hasil penelitiannya setelah dipersilahkan oleh ketua seminar –Buk Andes–

slide cover

skide LB

“Terimakasih kepada ketua seminar atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Terimakasih kepada dosen pembimbing dan dosen penguji yang telah hadir, dan seterusnya kepada teman-teman. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Baiklah, pada kesempatan kali ini saya akan mempresentasikan hasil penelitian saya yang berjudul pemanfaatan geopolimer xxxxxxxxxx untuk mengolah xxxxxx gambut. Air gambut merupakan bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla….. “

Setelah menjelaskan Bab 1, pemilik singgasana kursi ke 7 datang. Bapak Aryo Sasmita ST, MT. Imelda semakin deg-degan. Namun ia harus melanjutkan presentasi. Presentasi berlanjut dan berakhir kurang dari 15 menit, semua slide berhasil dipresentasikan. Presentasi yang cukup memuaskan.

penutup

Acara selanjutnya adalah, hujatan pertanyaan. Tu, kan pertanyaannya susah-susah. Sudah Imelda tebak sebelumnya. Dengan wajah yang tetap bersemangat, mood booster yang selalu menyemangati. Wajah para penonton yang seolah menggambarkan:

Ayo kakak, kamu pasti bisa.!”,
Ayo Imelda, kamu bisa menjawabnya”,

wajah dosen Pak Edy yang bertuliskan “jangan permalukan saya”,

Hahahah,… semuanya terasa menyemangati. Warna biru di dinding ruangan ini, seolah menetralisir suasana panas. Belum lagi satu pot bunga plastik di atas meja di atas meja seolah memberi ketenangan.

Alhamdulillah, semua pertanyaan bisa dijawab. Minimal dengan jawaban:
“Ya, pak. Pembahasannya tidak sampai kesana”

“Ya, pak. Nantik diperbaiki”

Over all, Imelda menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tanpa muka murung, tanpa wajah yang sendu. Kali ini ia bisa mengendalikan emosinya, mampu mengendalikan ekspresi di wajahnya. Mampu tersenyum, padahal dihati cemas luar biasa. Fokus pada pertanyaan. Lebih mampu mengendalikan jawaban. Pokoknya, ini jauh lebih baik daripada saat seminar proposal. Ini jauh lebih baik. Sangat baik.

Tidak terasa, sesi pertanyaan telah habis untuk dosen penguji 3.

“Maaf, Pak. Waktunya sudah 15 menit”, kata Buk Andes

“O, sudah habis ya, buk? Tapi ada satu petanyaan lagi”, kata Pak Aryo

“Lanjut aja, Pak. Orang –Imelda–  masih semangat”, kata Pak Edy

Hahahaha,, memang betul apa yang dikatakan Pak Edy.
Tapi, Pak… gumam Imelda di dalam hati

Tahukah kamu apa pertanyaan terakhir itu? Pertanyaan yang sempat Imelda debatkan dengan rekan penelitiannya. Pertanyaan yang sebenarnya juga mengganjal di hati Imelda. Pertanyaan yang mungkin sangat membingungkan jika tidak pernah Imelda debatkan sebelumnya. Pertanyaan yang sangat menjebak. Pertanyaan yang mematikan. Pertanyaan yang akan membuat waktu 45 menit ini bakalan hancur jika salah menjawabnya. Pertanyaan yang akan meruntuhkan langit menimpa kepala. Pertanyaan yang bisa menjatuhkan Imelda sejatuh-jatuhnya. Pertanyaan yang bisa mencoreng status mahasiswi Teknik Lingkungan yang kini disandang Imelda. Ini adalah petanyaan diujung tanduk. Tidak disangka ternyata pertanyaan itu keluar juga dari mulut dosen penguji 3. Disaat out of time. Pertanyaan itu kini harus dijawab Imelda. Imelda diam, pura-pura berpikir keras padahal di dalam hati tertawa. Menahan senyum yang merekah sambil melihat rekan sepenelitian.

Ade, Ika, ini pertanyaan kita. Ini adalah hal yang pernah kita perdebatkan beberapa hari belakangan ini. Pertanyaan yang bisa saja mentransformasi penelitian kita. Pertanyaan Ade VS Imel-Ika

Imelda menjawabnya, jawaban mengalir begitu saja dari mulut Imelda. Jawaban yang penhu dengan keyakinan, tanpa gugup, tanpa ragu, tanpa ‘pengawet’, dan tanpa ‘pewarna buatan’, alami, natural.

dan yeeyeeeyeyeyeye…… Dosen penguji membenarkan jawaban Imelda.

“Ya, ternyata kamu paham pengetahuan dasar nya. Saya cuma mau mengetahui pemahaman kamu”, kata Pak Aryo

“Ya lah, dia belajar”, kata Pak Edy membanggakan Imelda.

Dan kamipun tertawa. Alhamdulillahhh,….. senang luar biasa namun Imelda tetap stay cool and cold.

Imelda dan penonton lainpun diminta meninggalkan ruang seminar, karena dosen akan berdiskusi tentang penilaian hasil penelitian.

Di luar ruangan, beberapa teman ada yang menjabat tangan Imelda, mengucapkan selamat.

“Keren, Uni”

“Selamat ya, Imel”

“Cieeee yang sebentar lagi ST cieee…”

“Yah, berkurang lah teman yang menemankan penelitian lagi nih..” dan sebagainya…

Senyuman yang saling merekah. Ucapan selamat. Semuanya dianggap Imelda sebagai do’a. Tujuh menit kemudian, Imelda dipanggil untuk memasuki ruangan, sedangkan teman-teman yang lain tetap berada di luar. Pintu di tutup rapat, Imelda dipersilahkan duduk di kursi panas yang kini terasa semakin panas. Di rungan ini hanya ada Imelda, 1 orang ketua seminar, 3 dosen penguji dan 1 orang dosen pembimbing.
“Berdasarkan hasil diskusi dengan para dosen,….”, kata Buk Andes memulai pembicaraan.

“Alhamdulillah…..

Imelda,,,…

Kamu…

Dinyatakan….

alyas

LULUS.!!!!!,… “

horeeeeyyyy….

Alhamdulillah….

Terimakasih ya ALLAH….

Semuanya terasa… Ahhh,,.. tak bisa diungkapkan. Imelda lega. Puas. Senang….

Terakhir, Imelda menjabat tangan masing-masing dosen seraya mengucapkan “terimakasih….”

************

Terimakasih kepada rekan sepenelitian –Ade dan Ika–. Selalu ada disaat saya butuh/ tidak. Support kalian, do’a kalian, semangat kalian. Aku persembahkan seminar ini pada orang tuaku dan kalian. Aku berhasil sejauh ini karena kalian, berkat kalian.

Siang itu di Kantin Teknik, kita bertiga pernah ‘membedah’ geopolimer. Kita bisa, guys. Kita bisa.!!!

Galeri

Foto Angkatan Teknik Lingkungan UR Angkatan 2010

Setelah lebih dari 4 tahun bersama, akhirnya kami memiliki foto angkatan juga. Ya, setelah ada empat orang dari kami yang wisuda.

IMG_3659

gaya formal

IMG_3665

say: AAAAAAAAAAAAA..!!!!!!!!!

(lebih…)

Cendramata Wisuda

HAPPY GRADUATION

FOR ENGINEERS

cendramata

‘N

TEACHERS

imel DSC07714

Gambar

Wisuda S1 Teknik Lingkungan UR ke-1

onion-emoticons-set-2-74Lama tidak posting, kemudian muncul dengan postingan yang berjudul “Wisuda S1 Teknik Lingkungan UR ke-1”,  pertanyaan apa yang kemudian muncul di benak anda? Ah, saya tau itu. Saya hafal betul dengan pertanyaan itu. Bukan hanya anda yang bertanya seperti itu. Nyaris seluruh dunia mempertanyakannya [lebay.!!].  Tapi tenang,  gambar-gambar berikut  akan segera menjawabnya… Selamat Menikmati onion-emoticons-set-6-87 Acara untuk para  sarjana digelar dalam dua bentuk dan berlangsung selama ‘satu’ bulan Silahturrahmi (lebih…)

Galeri

Masih ada 3 kali lebaran lagi

Selamat siang pemirsa,

Desakan terhadap imelda tidak hanya datang dari para kerabat dan tetangga namun juga dirasakan dari keluarga inti, hal ini dibuktikan dari pernyataan si bungsu yang bernama Naufal (11 th).

Berikut pernyataan dari si Bungsu:

“Kak, Nofal nio pakai dasi eh bia kayak si Kise. . . . . .  [pause]

“Kak, Nofal mau pakai dasi deh, biar kelihatan seperti  si Kise. . . . . .  [pause]

Siapa itu Kise????

Berikut profil Kise dalam anime Kuroko No Basuke

Picture2Kalau pernyataan Naufal sampai disana sih, aku oke oke aja. Tapi, lanjutannya itu loh yang bikin nyesek. Nyesek nya itu di sini…

[play]… Tu Naufal nio lo pakai jas pas akak baralek bisuak ko. Akak kan ka wisuda, tu baralek lai. Bu, balian naufal jas, bu”

[play]… Trus Naufal juga mau pakai dasi pas kakak nikah. Kakak kan sudah mau wisuda, trus menikah. Ibu, belikan Naufal Jas, Bu”

Andeh, mak. Nggak segampang itu Naufal sayang…Kakak sebenarnya juga pengen, dek. Tapi dengan siapa????

Sekian warta siang ini. Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat menyaksikan acara selanjutnya.

Tanggapan dari Ipur:
Ipur: Wkwkwk ha tunggu apa lagi, kode alam dah ada. Disini juga sudah tidak berlaku “kapan wisuda?”, tapi, “kapan Pak Edi -papanya Ipur- mantu?” -_-. Mamak aku menjawab “semoga lebaran depan”

Aku: Hahaha… ‘anak mertua’ itu belum ada. Itu masalahnya…

Ipur: Iyaaa. Anak mertua belum ada. Wkwk

SEBELUMNYA. DI h-1 lEBARAN

Andi: Ma pacar imel ko?
Andi: Mana pacar imel?

Aku: Pacar yang ma ko, Ndi. ma ado
Aku: Pacar yang mana, Ndi? Mana ada.

Andi: Ado mah, patang ko nampak di wak. Berpacaran dengan Imelda Dewi Agusti. Lai, patang ko nampak di Ndi di FB. Babaju dinas nyo
Andi: Ada. Kemaren ni Andi ada melihatnya. Berpacaran dengan Imelda Dewi Agusti. Andi melihatnya di FB. Berbaju dinas.

Aku: hahaha. Lah putuih mah, Ndi. Ma ado kini lai. Lah lamo tu mah. Kini wak cari yang baru lai
Aku: Udah putus, Ndi. Udah nggak ada lagi sekarang. Udah lama tu. Sekarang kita cari yang baru.

Besoknya…. Hari pertama Lebaran

Makwo: Mel, ma kawan imel tu? Ndak ka rumah ko ndak nah. Ka rumah mak wo gai
Makwo: Mel, mana teman imel tu? Nggak ke sini nggak lah. Ke rumah mak wo juga nggak apa-apa.

Aku: (Hanya bisa tersenyum. Di dalam hati: Andeh mak wo, lah 2014 hari mah, ma ado lai mak wo. Lah habih caritonyo mah makwo)
Aku: (Hanya bisa tersenyum. Di dalam hati: Ampun mak wo, sekarang sudah 2014, sudah tidak ada lagi, Makwo. Sudah habis ceritanya)

Kemudian, di lebaran yang ke 2

Tatkala keluargaku berkunjung ke rumah tetangga, selalu saja membahas tentang “Kapan wisuda?” oke, aku senang dengan pertanyaan seperti ini, tapi kemudian aku tidak suka tatkala mereka bilang “kabaminantu lo pak agus sabanta lai” atau “baralek lo santa lai”

Sekarang umurku 21. Barangkali aku akan menikah pada umur 25. Berarti masih ada 3 kali lebaran lagi bakal seperti ini. Oh my God!

Br4SL15CYAAbxSZ.jpg large pertanyaan-kapan-nikahIni semua cuma untuk lucu-lucuan aja. Tapi kalau ditanggapi beneran, juga nggak masalah. Mohon maaf lahir dan batin. Aku, Imelda. Selamat berlebaran…

%d blogger menyukai ini: