Blog ini seperti eskampiun….

Gambar-di-Kota-Mekah-makkah-wallpaper

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah.

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Kira-kira nih, jika Nabi Adam tidak memakan buah khuldi:
Apakah kita tetap ada?
Apakah Nabi Adam akan ke bumi juga?
Apakah nabi Adam dan keturunannya tetap di bumi?? Apakah kita di bumi??

jawabannya IYA. Iya, kita tetap di dunia. Kenapa, karena sebelum menciptakan Nabi Adam, Allah sudah berfirman akan menciptakan manusia di permukaan bumi. Mari kita review ayat di atas:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Seorang Imam bernama Imam Ahmad bin Hanbal ra (murid Imam Syafi’i). Imam Ahmad seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya baik yang shahih maupun yang lemah ia hafal semuanya. Dimasa akhir hidup beliau bercerita,…

satu waktu (ketika ia sudah usia tua) ia tidak tau kenapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Irak, padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat. Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Ketika waktu Isya tiba, Imam Ahmad ikut shalat berjamaah di masjid, hatinya merasa tenang, kemudian dia ingin istirahat. Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya “kenapa syaikh, mau ngapain disini?”. (kata “syaikh” bisa dipakai untuk 3 panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu. Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena imam Ahmad kelihatan  sebagai orang tua).
Marbot ini tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya, cuma namanya sudah terkenal. Kata imam Ahmad “saya ingin istirahat, saya musafir”. Kata marbot, “tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid. Imam Ahmad didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu masjid.
Lalu Imam Ahmad ingin tidur di teras masjid, Ketika sudah berbaring di teras masjid marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. “Mau ngapain lagi syaikh?” Kata marbot. “Mau tidur, saya musafir” kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, “di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak  boleh”. Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad didorong-dorong sampai jalanan
Di samping masjid ada penjual roti (rumahnya kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian Imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi. Saat imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh “Mari syaikh, anda boleh menginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil”.
Kata imam Ahmad “baik”. Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir). Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah. Saat meletakkan garam astaghfirullah, memecahkan telur astaghfirullah, mencampur gandum astaghfirullah. Selalu mengucap istighfar.
Imam Ahmad memperhatikannya terus. Lalu imam Ahmad bertanya “Sudah berapa lama kamu lakukan ini?”. Orang itu menjawab “sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan”. Imam Ahmad bertanya : “apa hasil dari perbuatanmu ini?”, orang itu menjawab “(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah…., langsung diterima”. (memang Nabi saw pernah bersabda :”siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya). Lalu orang itu melanjutkan “semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan”.
Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya “apa itu?”. Kata orang itu “saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad”. seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, “Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu”..(penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad). Sumber: umdah.com
Iklan

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: