Blog ini seperti eskampiun….

Terasa suntuk jika duduk sendiri di ruangan berukuran 3 x 3 m. Ada kesunyian dan kemerindingan jika malam-malam sendiri di ruangan ini. Mungkin karena sekarang sudah malam dan kliwon juga. Ya, malam jum’at kliwon. Terlebih, kosan ini adalah kosan lama. Diperkirakan sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Sempat kalah bersaing dengan kos-kosan baru. Pernah dari 20 kamar hanya 3 kamar yang terisi. Konon katanya jika sebuah kamar sudah tak dihuni 3 bulan berturut-turut, maka akan ada yang menghuni kamar tersebut. Hiihhh… serem.

Oke lah, kalau kamar kan pintunya bisa ditutup jadi kita nggak tau apa yang terjadi di dalamnya. Yang lebih horror lagi adalah lorong dikos-kosan, pernah ada yang mendengar tangisan dan juga mendengar ada yang berlari-lari di lorong. Atau ada yang mengintip dari jendela kamar.

Percaya atau tidak dengan mitos yang beredar di sekitar kita tentang malam jum’at kliwon. Yang jelas, Tita tetap bertahan mengerjakan tugas bukti bakti kepada orangtua.

“A,… kaburrr… !!”, ternyata Tita tidak sekuat itu.

Tita langsung membuka pintu kamar. Lari sekencang mungkin di lorong, tanpa melihat kanan kiri, lalu melewati beberapa kamar kosong, melewati ruang nonton. Langsung masuk kamar Jeje dan selamatlah ia.

Kamar yang bernomorkan angka 18 ini memang sedang ramai. Ada Jeje dan beberapa orang teman yang entah siapa namanya. Daripada Tita ketakutan sendiri di kamar, mungkin nggak ada salahnya Tita bergabung dengan mereka. Persoalan nama mah, bisa diatasi. Kan ada istilahnya, ‘Tak kenal maka Ta’aruf’.

Biasalah kaum hawa, kalau sudah ngumpul-ngumpul gini ya up grade gossip, nyeritain temen kampus, curhat tentang pacar atau selingkuhannya, curhat masalah keluarga, ngegossip cowok-cowok kece, dosen, atau bahkan film. Entah siapa yang mereka ceritakan. Tita mah iya-iyain aja. Tiga jam berlalu, mereka mulai mengantuk. Daripada tidur kayak ikan asap disini, Tita lebih memilih untuk tidur di kamarnya. Soal takut, kan biasa disiasati dengan: mendengarkan musik, tidur membelakangi jendela dan menutup sekujur badan dengan selimut. Ah, ini terlihat mudah. Tita mencoba memberanikan dirinya.

“Je, caliak an rang ka kamar” (Je, liatin aku ke kamar)

Jeje pun berdiri di depan pintu kamarnya dengan mata yang mengiringi langkah kaki Tita yang berlari secepat kilat.

“Ok, makasih, Je”, teriak Tita sambil membuka pintu kamarnya. Dan mereka memasuki kamar masing-masing.

Tita duduk di atas kasur sambil menghela nafas lalu melirik ke notebook yang tadi ia tinggalkan dalam posisi on dan sepertinya sekarang sudah men-standby-kan diri karena merajuk.

Tita menekan tombol spasi,

menekan left button pada mouse

mengetik sembarang huruf, asdhdjfhrufhjsfhjakfh

menekan spasi lagi,

menekan tombol power

menekan tombol power lama-lama, 3 detik, 5 detik, 15 detik.

Tita menenangkan diri dengan menghela nafas panjang. Tita mencabut-pasang charger. Tekan tombol power lagi. Oh, my God. Layar notebook tetap hitam. Tita mulai panik. Cabut pasang baterai, tekan tombol power, cabut pasang. Berkali-kali ia melakukan hal yang sama dan hasilnya tetap sama.

“Je, notebook aku nggak bisa dinyalain”, baru ditelpon sebentar saja, Jeje langsung datang ke kamar Tita. Jeje mencoba menghidupkan notebook Tita, hasilnya tetap sama. Barangkali Notebooknya menutup usia di empat tahun bersama Tita. Notebooknya memang sudah udzur sih, dengan baterai yang teramat sangat bocor, tombol power yang sudah hilang tapi tidak mengurangi fungsi, beberapa huruf juga sudah hilang. Tapi, haruskah secepat ini? Beberapa bulan yang lalu kejadian yang sama juga pernah terjadi, solusinya notebook harus diinstal ulang, semua data bakalan hilang. Semua data bakalan hilang? Haruskah ini terjadi disaat satu minggu lagi Tita akan mendaftar untuk seminar hasil?

Tapi tenang, Tita sudah memback-up data skripsinya di email dan ada juga di Flashdisknya Deli -teman satu penelitiannya Tita- soalnya mereka sering tukeran bahan. Tapi, terakhir menyimpan di email sih satu bulan yang lalu dan tukeran bahan dengan Delipun sekitar satu bulan yang lalu. Tenang, kemarin kan Tita baru saja mengkopi bahannya ke notebook Jeje karena mau di print.

Jeje kembali ke kamar dan Tita menutup notebooknya. Mencoba untuk tidur.

Sebelum tidur, Tita mengirim pesan singkat ke Jeje:

“Je, data aku  masih ada di notebook kamu kan?”

10 menit kemudian

“Nggak, udah aku hapus.”
-Jeje

[]

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s