Blog ini seperti eskampiun….

Ada sensasi tersendiri jika mengerjakan tugas di atas kasur: empuk, merasa lebih santai, dapat inspirasi yang antimainstream, bisa ngerjain tugas sambil nungging, bahkan sambil tiduran [?]

Hai, perkenalkan. Namaku Tita Maharani, biasa di panggil ‘Tita’. Kadang, karena aku berasal dari Pariaman, dipanggil ‘Uniang’. Saat ini, aku terdaftar sebagai mahasiswa program studi Teknik Lingkungan di Tanah Melayu. Ya, aku anak rantau dari Provinsi Sumatra Barat yang berimigrasi di Provinsi Riau. Do’akan gadis Minang ini sukses di negri orang ya. Dan jika aku sukses nanti semoga aku tidak seperti Malin Kundang. Terimakasih untuk do’anya dan Salam Kenal.

Saat ini Tita sedang sibuk mengerjakan Tugas bukti bakti. Tugas bukti bakti? Tugas bukti bakti adalah tugas seorang anak yang masih menuntut ilmu di dunia pendidikan tentunya setelah lulus SMA. Tugas ini merupakan tugas wajib dari lembaga pendidikan yang harus diketik sendiri, terdiri dari bab 1 sampai 5, dilengkapi cover dan lembar pengesahan di bagian awal dan juga dilengkapi lampiran di bagian belakangnya. Tugas yang selalu direvisi dan direvisi demi kesempurnaan kualitasnya.

Aku rasa,
jika tidak ada deadline yang bernama WISUDA maupun DROP OUT,
tugas ini bakal menjadi tugas SEUMUR HIDUP

Dan tugas ini merupakan salah satu tugas yang tidak akan selesai dikerjakan dalam semalam seperti PR anak sekolahan, ataupun selesai dalam satu minggu layaknya laporan praktikum. Tapi tugas ini butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Berita baiknya adalah tidak sampai puluhan tahun. Why? Nantik kita bahas.

Bukan hanya itu saja, seselesainya tugas ini, kita harus mempertahankannya dihadapan para dosen penguji, mempertanggungjawabkan apa yang telah kita buat, bahkan salah ketik satu huruf sekalipun bakal dipertanggungjawabkan.

Belum MAHAsiswa namanya kalau belum mengerjakan tugas yang MAHA ini. Dan bukan Tita MAHArani namanya, jika tidak bisa menaklukkan MAHAtugas yang bernama SKRIPSI

menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

*biar nggak ribet, abaikan perbedaan genre antara mahasiswa/i. Sepakat?

Hal tersulit itu bukan disaat Tita berpacu dengan deadline seminar, yang menuntut untuk begadang berhari-hari, ataupun saat dibabat habis oleh dosen penguji saat seminar. Tapi hal yang tersulit itu adalah ketika melangkahkan kaki mengayunkan tangan, menghadiri acara wisuda para wanita-wanita kesayangan. Kaki ini seakan kaku, dingin, pucat. Ingin rasanya Tita pura-pura mati saja di hari itu.

But guys, hal yang terindah itu bukan disaat mendapat tanda tangan ACC dosen pembimbing, tapi hal yang terindah itu adalah disaat Tita bersama Neo, teman satu penelitiannya. So, conclusion-nya adalahTita hanya memiliki satu hari tersulit, tapi ia punya ratusan hari terindah bersama Neo.

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s