Blog ini seperti eskampiun….

Akhir Cerita Tugas Besar PAL

Pagi ini, kami masih sibuk memprint, mengetik, menggambar, menggabungkan dan berfikir. Berfikir memikirkan apa? Memikirkan bagaimana cara menjilid tugas besar ini? Jilid hard cover. Macam skripsi aja dibuatnya.

Entah bagaimana, saat ini yang terfikir adalah tidak ada tempat fotokopi yang mau menerima tugas kami ini untuk dijilid. Biasanya ditempat fotokopi akan mengatakan “jilid skripsi 1 hari”. Tugas ini dikumpul pagi ini jam 9. Bagaimana cara kami bisa menjilid.? Jilid sendiri. Sudah terbayang betapa hancurnya jika kami menjilid sendiri.

Kami mencoba keberuntungan di tempat fotokopi depan kos.

“Bang, bisa mintak buek an kulik untuk tugas kami, bang?”,
Bang, bisa mintak tolong buatkan kulit untuk jilid hard cover tugas kami ini, bang?

“Napo ndak langsung sadonyo ajo?”
Kenapa nggak langsung selesai aja semuanya?

Yang ada difikiran kami adalah, kulitnya dibuatkan abang fotokopi dan kemudian kami menempelnya sendiri, kami merapikannya sendiri, kami memotong dengan pisau cutter, kami menjilid sendiri. Betapa menyedihkannya kami dan betapa akan hancurnya tugas kami itu.

Dan yang ada difikiran kami, jika kami mintak dijilidkan secara utuh sama bang Ir –abang foto kopi- itu akan merepotkan dan barangkali dia akan malas untuk mengerjakannya. Sekarang sudah jam 7.45.

Abangnya mulai melirik halaman judul. Syukurlah, sepertinya beliau mau membantu kami –aku dan Riki-. Aku kembali ke kos untuk mengambil beberapa lembaran yang masih tertinggal, jadinya Riki sendiri di tempat fotokopi.

Beberapa saat kemudian, Riki menelpon. “Mel, abangnya nggak mau”.

APA.??? Tidak mau? Bisa jadi karena pagi ini abangnya juga sibuk. Memang ada beberapa kopian skripsi yang sedang ia jilid. Aku bingung harus bagaimana. Tugas ini harus dikumpul sebelum jam 9. Kami semakin kebakaran jenggot. Tugas ini banyak yang belum beres, jangan lah sampai semakin tidak beres….

Akhirnya, aku mencoba untuk pasrah. Pergi ke tempat fotokopi lain, itu tidak mungkin. Yang di tempat langganan saja tidak mau, apalagi tempat fotokopi lain?

 

Aku pasrah. Aku kembali ketempat bang Ir.

“Bang, jilidkan ajalah tugas imel ini, bang. Terserah deh bang mau selesai jam berapa. Imel pasrah.”

Bukannya langsung di jilid. Tapi malah dianggurin tugasnya. Abangnya tetap cerita ini itu. Aku jadi khawatir. Jangan-jangan dia tidak mau. Aku khawatir. Aku takut. 1 menit berlalu, 2 menit,.. 3 menit…

Bang Ir: “Ba a kok tapikia dek imel menjilid surang?”
Kenapa imel sampai kepikiran untuk menjilid sendiri?

Aku: “ Iyo, bang. Abisnyo ndak tau ba a lai”
Iya, bang. Habisnya iml nggak tau harus bagimana lagi.

Bang Ir: Patangko yang batungguan dek kawan imel manjilidnyo, satangah jam salasai.
Kemaren ni yang kalian tunggu menjilidnya, setengah jam selesai

Iya pulak ya. Aku sih. Udah panik duluan. Kebawa perasaan. Logikanya mana?. Bang Ir kecewa, kenapa kami sampai terbesit untuk menjjilid sendiri? Entah lah. . .

Bang Ir mengambil halaman judul kami…

di scan….

di print

mengambil plastik…..

dilaminating…

dilem….

Dirapikan….

Disatukan dan…

Taraaaa…. selesai. Tidak cukup setengah jam semuanya selesai. Jadilah tugas kami berhardcover…. yeeeeeee

Ternyata abangnya tidak mau jika hanya membuatkan kulitnya saja, tapi lengkap mejilidkan semuanya… Yeeee…. ini mah lebih bagus, Tau gitu aku mintak dari awal untuk menjilidkan semuanya. Heleeehhh….

Jam sembilan kurang kami sudah sampai di kampus dan tugas siap untuk di kumpul

Tampan-20140623-00112

Apa aku lega? Tidak, karena aku tahu betapa hancurnya tugas ini. Hanya aku dan Dia yang tau. Dan dosen akan segera mengetahuinya.

Aku heran aja, apa yang aku mau tidak pernah dituruti. Entah caraku menjelaskannya yang salah. Entah desain yang aku minta terlalu berat. Entah kami yang beda pemikiran. Entahlah, yang jelas dan yang aku tahu apa yang aku minta sudah benar.

Sudah. Sudah. Lupakan saja. Yang jelas. Aku yang salah. Aku yang membagi tugas dan kini aku tau betapa bodohnya aku dalam pembagian tugas ini. Aku yang sok, aku yang rakus, aku yang baru aku sadari bahwa secara tidak langsung aku ikut meremehkan kemampuan orang lain. Aku, aku yang ceroboh.Ujung-ujungnya lelah sendiri. Ah, sudah. Sudah. Tugasnya sudah dikumpul. Jangan dibahas lagi. Titik

===

Tragedi di Tempat Karokean

Beberapa saat kemudian, Ipur mengajar koro-koro. Wah, asyik tuh. Boleh lah. Iya iya aku mau. Aseeekkk…..

Tapi, setelah mengiyakan. Aku baru teringat. Astaga, aku kan tidak ada duit. Ini sudah minus 1/3 dari belanja bulanan. 1/3? Entah aku yang boros, entah memang kebutuhanku meningkat, entahlah. Yang aku tau, aku sudah tidak ada duit lagi. Besar pasak daripada tiang. Besar. Sangaaaatttt besar.

4 tahun kuliah,… uang jajanku masih tetap sama. Harga minyak naik, harga cabe naik, harga ayam naik, harga daging naik, harga emas naik, harga beras naik, harga gula naik, harga gas naik dan harga telur naik. Itu semua tidak akan menaikkan uang jajanku.

Apa tadi yang dibilang??? Emas naik???? Hahaha,.. yaelah, itu memang tidak akan berpengaruh.

Tapi memang iya, kalau aku kekurangan uang jajan memang langsung dikirim. Untung ada teknologi ATM. Bayangkan jika masih pakai pos. Aku kehabisan duit sekarang, satu minggu kemudian baru datang duitnya. Makan pakai apa aku selama 1 minggu itu? Makan rumput? Makan batu???? Bayangkan sudah berapa banyak rumput yang aku makan. Berapa banyak batu yang akan aku habiskan???

Untung saja itu tidak terjadi….

Tidak ada yang memakan batu. Tidak akan ada yang memakan rumput. Kini kerbau dan kambing dapat makan dengan tenang.

Lalu aku tidak menghubungi orang tuaku? Rasanya malu untuk meminta uang jajan. Rasanya, sudah tidak pantas lagi untuk mintak uang jajan. Lupakan malu itu sejenak. Aku mengambil HP. Siap untuk menelpon Ibu.

Tuuuttt… tuttt….. Bunyi telpon menyambung…

Tidak diangkat dan bersiaplah untuk para kambing kerbau untuk kelaparan… hehehe…

Jam 4 sore. Aku, Ipur, Ika dan Gina berkoro-koro. Kebanyakan lagu mellow. Beberapa kali aku mencoba untuk memilih lagu yang meriah, tapi ternyata aku menambah-nambah daftar lagu galau. Kebanyakan lagu memang menyindir tentang kisahku. Mereka sengaja mencari-cari lagu untuk menyindirku. Hahah… Ah, biasa…

Namun, tangisanku pecah juga di lagu Terry…

Aku tidak kuat menahannya lagi. Aku tidak sanggup untuk menutupinya lagi. Aku tidak sanggup untuk menahan sesak ini lagi. Aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup. Hati ini terlalu sulit untuk memahami. Hati ini tidak bisa menerima. Hati ini merindukanmu. Hati ini memanggil namamu. Hati ini menginginkanmu. Hati ini ingin didekatmu. Hati ini ingin bersamamu. Hati ini ingin kau bersamaku. Hati ini ….

Ah, aku kok lebay gini ya? Sudah lupakan.

Aku tidak tahu, entah karena Ika piawai menyanyikannya. Entah lagunya yang memang menyentuh. Entah akunya aja yang kebawa perasaan. Entah karena semua yang telalu aku tutup-tutupi. Dan kini, disaat air mata sudah tidak bisa aku tahan lagi. Disaat itu lah aku menyadari, aku yang sebenarnya. Rapuh, tapi sok kuat. Lemah tapi sok tegar. Pendusta. Pembohong. Semuanya terungkap disini. Sakit. Sakit sesakit-sakitnya. Aku sakit.

Karna engkau tlah jadi miliknya
Tak sepantasnya diriku merenggutmu dari cintanya
Biarkanlah menjadi kenangan
Yang indah dan takkan pernah ku lupa tuk selamanya

 

Malam ini kembali tidur di kampus….

===

HBD, es Kampiun

Saking sibuknya dengan tugas-tugas-tugas. Sampai lupa kalau hari ini ultahnya es kampiun. jadi diingatkan sama operatornya…

Capture

Terimakasih,,..

Comments on: "8: Tugas Besar PAL + Koro-koro + Tidur" (1)

  1. […] tugas, akunya juga kelabakan. Namun akhirnya di kumpul juga. PAM dikumpul pada tanggal 21 Juni , dan PAL 2 hari […]

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s