Blog ini seperti eskampiun….

Ini aku mau buat tugas, lho

Rencananya sih hari ini aku bakal ngebut mengerjakan tugas-tugas yang SKSnya tidak seberapa itu (Baca: 1 SKS, tapi butuh waktu 1 tahun mengerjakannya). Tapi, apalah daya. Begitu aku menyelesaikan pekerjaan rumah tangga (ce ile rumah tangga), maklum aja. Hari ini hari minggu, jadwalnya mencuci (Boong ih. Hari apapun sebenarnya aku bisa mencuci).

Lanjut cerita, jadi ya, pagi ini aku mencuci baju. Jemur kain. Dan kemudian mati lampu….

Apa..??? Mati lampu? Nggak masalah, notebook masih ada baterainya kok. Emang cukup? Iya kalau mati lampunya cuma 1 jam. Ini? Berapa lama coba?

Jadi, karena tidak bisa ngapa-ngapain, jadi aku memilih untuk tidur. Sebenarnya, itu bukan alasan. Orang zaman dulu aja hidup tanpa listrik, banyak hal yang bisa dikerjakan. Itu dulu, cuy. Zaman sekarang udah beda. Mau nyetrika, butuh listrik. Mau nonton tipi, butuh listrik. Mau keluar, panas euy… Minta ampun….

Jadi, nggak ada salahnya kan kalo aku lebih memilih tidur? Deal ya? Tidur ya? Ok. Deal…

===

Ada si Marli

Sekarang sudah jam 11an. Aku terbangun karena bunyi SMS. Ada SMS dari??? O, dari si Marli rupanya. Apa? Dia mau main ke kos? Ha? Tumben amat ni anak mau main ke kos.

Marli beneran datang ke kos. Kami bertukar fikiran, bercerita, curhat, dan sebagainya. Sedikit disinggung soal ninik mamak, soal suku, langsung dia bercerita panjang lebar. Dia memang ahli sejarah, pengetahuan tentang adat Minangnya, melebihi pengetahuanku yang memang asli orang Minang. Aku tidak tau, apa aku dibodoh-bodohi dengan cerita dia atau bagaimana. Yang jelas, aku tidak punya alasan untuk tidak mempercayai ceritanya karena aku tidak tau dan tidak mau tau. Masih ada ya, yang tau tetek bengek mengenai budaya Minang? O, atau memang akunya saja yang tidak peduli.

Lalu, dengan mendengar cerita si marli, apakah aku tertarik untuk mendalami budayaku sendiri? Sepertinya tidak. Yang aku tau adalah aku harus menyelesaikan tugas-tugas besar.

Sekarang sudah jam 2. Masih mati lampu. Marlipun pulang dan aku kembali tidur. Ep, jangan marah. Bukannya tadi kita sudah deal kalau aku tidur karena memang tidak bisa mengerjakan apa-apa?

===

8 Jam Pemadaman Listrik

Kabarnya sih, lampunya mati 8 jam. Kalau lampunya mati dari jam 8, berarti akan hidup lagi jam 4 sore. Bagaimana? Betulkan hitungannya?

Waktu berlalu, sekarang sudah pukul setengah 4. Dengan senang hati kami menyambut jam 4 sore. Ternyata tidak. Listrik masih padam. Begitu juga pada jam 5 dan pada jam 6 barulah cahaya terpancarkan dari lampu. Alhamdulillah. Akhirnya hidup lampu juga.

Sholat magrib, dan sekitar jam 7. Lampu kembali padam. Kemudian hidup lagi dan padam lagi. Hidup lagi dan padam lagi. Sudah, segitu saja. Dan kini kami sudah bisa kembali beraktivitas disisa-sisa hari minggu. Selamat beraktivitas.

===

Saatnya Mengerjakan Tugas Besar

Apakah aku mengerjakan tugas besar?

Tentu saja iya. Tapi hanya sebentar. Aku kembali melanjutkan tidurku. Good Night~

Jangan marah ya, aku gitu orangnya…

Comments on: "23: Pemadaman Listrik + Deal ya + Tidur aja terus" (2)

  1. coretankecil said:

    ciyeeeeee…. sama marli ciyeeee.. udah mempelajari adat urang awak.. apa lagi masalahnya.. jadikan lah jadikan.. hahaha

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s