Blog ini seperti eskampiun….

TELAT BANGUN

Pagi ini kami –aku dan Gina- telat bangun. Ketika aku bangun, aku sudah mendapati gina lagi panik. Wajar saja, hari ini dia mengajar pagi. Kemudian  kami beraktifitas seperti biasa. Gina ke sekolah –dalam rangka penelitian- dan aku ke kampus –dalam rangka running penelitian- hellow imelda, orang udah penelitian. Masak kamu masih ngerunning?

=====

 ADA POLISI, KA

Pagi ini, kami –aku dan Ika- mau pergi ke apotik. Aku tidak menggunakan helm. Pas keluar dari simpang e, rupanya ada P.O.L.I.S.I, berjarak sekitar 75 meter di depan kami. Mana polisinya banyak lagi. Aku langsung bilang ke Ika.

“Ka, ada polisi”

Ika langsung berhenti. Tanpa melihat kebelakang, aku langsung turun dan pergi berjalan kaki berbalik arah. Astaga, untung saja aku tidak terserempet tadi. Polisi meniup pluit, memanggil Ika. Tapi untungnya Ika berhasil lolos. Ah, syukurlah. Kalaulah sampai kena tilang. Hmmm,.. habis riwayatku. Mana akhir bulan lagi…

 Jadinya kami berbelanja di dekat kampus aja. Hari ini sih ngerunning tidak terlalu menyita waktu. 1 jam juga selesai. Rencananya itu aku mau mengerjakan tugas besar bareng Ipur. Tapi, aku males nih. Jadi aku pulang aja. Menjelang pulang, kami mendapati kedai es Oy*n sedang sepi. Yasudah, kami beli es oy*n lagi. Walau, menunggu juga sih, Tapi nggak terlalu lama. Sekitar 5 meint lah. Untungnya penantian tidak sia-sia. 3 gelas es oy*n siap untuk dibawa ke kost. Kami menikmati es oyn sambil menonton film horror di tr*ns TV.
???????????????????????????????

es oyen

=====

INI NAMANYA PEMAKSAAN IKUT KORO-KORO

Sedang asyik menonton TV di kost, tiba-tiba HP berbunyi. SMS dari ipur rupanya.

“Kami mau koro, ikut ndak?”

Ini pertanyaannya berupa tawaran kan? Berarti aku bisa menolak dan bisa juga tidak. Aku berpikir keras dan aku memutuskan untuk…. menolak… ya, lebih baik aku membuat 2 tugas besar yang dideadlinekan 5 hari lagi. Sekali lagi, disini aku berhak untuk menolak.

Di telpon, mereka –ipur dan DJ- bilang:

“Nantik kami jemput….. Nantik kami jemput langsung ke kost…… Tolong lah, mintak tolong a…. (emang aku si DJ. Pas DJ ulang tahun iya gitu)…  Blablabla…..”

Di SMS, mereka bilang:

“Jam 2 kami jemput. NO REASON”

Kemudian, aku mengeluarkan senjata pamungkas. Jika alasan [1] ‘mau mengerjakan tugas besar’ tidak berhasil, maka aku harus mencari alternatif. Ha, iya. [2] ‘Aku tidak ada duit’. Berharap dengan alasan ini mereka menyerah.

Ternyata mereka lebih licik…

“Aku bandar”, kata ipur

Beberapa saat kemudian, dia SMS lagi

“Kami bentar lagi kesana. Koro traktiran bunda ultah kemarin ni , kata bunda. Diharapkan sekali keikutsertaannya”

Mana ngirim SMSnya 2 kali lagi.

Ya ampun, mereka segitunya. Aduh, bagaimana ini? Kemudian aku bertanya pada Gina. Bagusnya bagaimana? Gina bilang:

Waktu yang dibutuhkan untuk koro siang ini, belum tentu imel pakai untuk mengerjakan tugas besar.

Iya juga sih. Yasudahlah. Aku menyerah.

Aku bilang OK ke mereka. Iya, aku ikut koro. Aku bersiap-siap. Ganti baju. Pasang jilbab. Tiba-tiba Andri SMS. Bahas tentang tugas besar PAM. Wah, serasa aku punya semangat untuk mengerjakan tugas besar PAM. Aduh, bagaimana ini? Aihhh.!!!

=====

DUET

Kami koro-koro berlima; Aku, Ipur, DJ, tami dan seseorang yang tak ingin ku sebutkan namanya (sebutlah si A: nama samaran).

Aku berduet dengan si A. Jarang-jarang aku berduet dengannya. Nidji –teroesir. Tembang ini berhasil kami duetkan. E, si A malah mintak nambah. Ok, next. Nidji –Sumpah dan Cinta Matiku. Mengapa kami cocok dengan lagu ini? Karena memang masing-masing kami memiliki cerita dibalik soundtrack ini.

Kemudian beberapa lagu berlalu. Aku kira cukup dengan dua lagu itu saja.

Tau tau, dia memilih lagu minang. Waduh, aku mana tau lagu minang. Mana ada aku hafal lagunya. Haddddoooohh…. Mati aku.

O, rupanya dia memilih lagu – rindu di awan biru dari boy sandi. Ah, aku sering mendengar lagu ini di mobil travel pas pulang ke Padang Panjang. Oh, untung saja aku berhasil menyanyikan lagu ini.

Aku lega, melalui lagu ini aku berhasil membuktikan keminanganku onion-emoticons-set-2-150. E, dia pakai satu lagu lagionion-emoticons-set-2-132. Kali ini lagu marawa –Ratu Sikumbang. Aduh. Mampus aku. Ini lagu jarang aku dengar di mobil travel. Pertama kali aku dengar, itupun akhir tahun lalu. Terakhir aku mendengar, kemarin sih. Ika yang menyanyikan lagu itu. Tapi, ya. Gitu-gitu aja. Lagu ini tidak terlalu familiar di telingaku.

“Imel nggak tau lagunya”, kataku

“Masak lagu ini nggak tau. Marawa”, kata si A

Jujur, aku memang jarang mendengar lagu ini. Aduh, gawat. gawat… Bisa-bisa dipertanyakan keminanganku.

“Baiklah, coba dulu”, kataku.

Si A menyanyikan beberapa bait lagu. Dan kemudian aku. Wah, ternyata aku mendapat bagian yang lumayan sering aku dengar. Hahahaha…

Selanjutnya, duet dengan Ipur. Lagu teluk bayur. Ah, ini mah kecil.Lagu lawas ini memang seringkali aku dengar. Bahkan aku tau lagu ini semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Terlebih ketika lagu ini dimainkan saat drum band 17an.

===

YANG DI RUANG TV ITU SIAPA?

Begitu selesai mandi, tiba-tiba Gina dan Dita heboh di kamar. Ada orang di ruang TV dan mereka tidak mengenalinya.

“Nggak tau itu siapa. Ketawa-ketawa dia. Di teriakkan ‘itu siapa di depan?’, mereka tidak menjawab. Mereka tetap menonton TV. Bahkan tidak satupun dari kami yang merasa kedatangan tamu. Mereka pakai rok/ celana pendek”, kata Dita

“Tadi tu aku memang nonton TV. Trus ke kamar sebentar. Pas balik lagi ke ruang TV, tiba-tiba ada dua orang tertawa. Tadi sih aku emang ada dengar orang bukak pintu. Masuk. Tau-tau langsung nonton ”, kata Gina

“Jangan-jangan orang gila, ndak?”, kataku spontan.

Tidak jauh dari sini memang ada rumah sakit jiwa. Dan dulu, sebelum berkuliah disini, aku dapat cerita kalau orang gila memang sering berkeliaran. Pernyataanku tadi membuat mereka -Dita dan Gina- menjadi takut. Atau jangan-jangan efek nonton film horror mulai keluar. Mereka pergi ke tempat ibuk kost lewat pintu samping, sedangkan aku lanjut sholat magrib. Beberapa saat kemudian mereka dan Ibuk, datang ke ruang TV. Dan Ternyata, mereka adalah……..

Penasaran?

Sammak

Saya juga…

onion-emoticons-set-3-11

Beberapa saat kemudian, Gina datang masuk ke kamar dengan tampang kesal.

Gina: Tau, yang tadi tu sia? L*na dan L*sda. Astaga, asli ndak nyangko rang. Main masuak-masuak ka kost. Ndak ado baso basi, mintak maaf se indak. Lansuang nonton di ruang TV. Main ka tampek urang magrib-magrib. Galak takekeh-kekeh. Apo salahnyo tadi pas si Dita nanyo ‘Siapa tu?’ urang tu manjawek?. Emang sih, dulunyo ngekos disiko, tapi kan lah lamo nyo pindah. Yo, ndak soapan ajo. Masuak manyelonong gitu ka rumah urang.

Tau, yang tadi tu siapa? L*na dan L*sda. Astaga, asli aku tidak menyangka. Langsung masuk-masuk aja ke kost. Tidak ada basa-basi, apalagi minta maaf. Langsung nonton di ruang TV. Main ke tempat orang magrib-magrib. Tertawa terbahak-bahak. Apa salahnya tadi ketika Dita bertanya ‘Siapa tu?’, mereka menjawab?. Emang sih, dulunya mereka ngekos disini, tapi mereka kan sudah lama pindah. Ya, mereka nggak sopan aja. Langsung masuk ke kost orang.

Dan akhirnya jam 8, mereka pulang. Aku shock mereka tiba-tiba datang ke kost ini. Semenjak mereka pindah, setahuku mereka tidak pernah main kesini lagi. Aku lupa tuh kapan mereka pindah. Saking udah lamanya sih. Bahkan tidak satupun dari kami yang dekat dengan mereka. Ini bukan masalah mereka main ke kost ini. Tapi ini adalah masalah cara mereka datang kesini. Benar-benar tidak sopan.!

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s