Blog ini seperti eskampiun….

TIDAK JADI NGERUNNING

Kami –aku dan Ika- sangat bersemangat di pagi ini. Benar-benar ini adalah hari yang tidak kami duga sebelumnya. Rasanya begitu cepat. Kami tidak menyangka hari ini datang juga. Hari ini. A, hari ini. Hari ini kami bakal ngerunning alyas pra-penelitian yaitu uji coba penelitian sebelum penelitian yang sebenarnya. onion-emoticons-set-6-66

Hujan sempat menantang semangat kami. Tapi itu tidak menyulutkan kebahagiaan kami di pagi ini.

Tapi, apalah arti semangat itu jika setelah kami bolak balik lab ini dan itu. Urus sana urus itu. Ujung-ujungnya kami tidak bisa ngerunning hari ini, karena hari ini ada praktikum. Memang, lab nya sekarang (jam 10.00) kosong, tapi ntar (jam 11.00) ada yang praktikum. Praktikum hanya di hari senin dan selasa. Walau sebenarnya kami bisa menyelesaikan running dalam 1jam, tapi mungkin akan lebih baik jika dikerjakan besok. Karena, hal yang dilakukan secara terburu-buru hasilnya tidak akan baik. OK, aku setuju dengan pendapat itu dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kost bahkan beberapa alat yang sudah dipinjampun kami bawa pulang.

Wajah kecewa terlihat dari muka kami. Ada Rudi yang tidak jadi masuk kuliah karena telat.

Aku: Kenapa nggak masuk, Rud.?

Rudi: Telat, ban bocor.

Aku: Iya, kalo mencoba masuk kelas dan bilang alasan keterlambatannya adalah ban bocor. Dosen nggak akan percaya. Nantik dibilang cuma alesan. Biasanya orang nggak masuk tu alasannya ‘ban bocor’ atau ndak ‘nenek meninggal’. Padahal neneknya udah lama meninggal juga. Hahaha. Dan disaat memang bener-bener ‘ban bocor’, ya dosennya nggak percaya lagi lah.

Rudi: Iya. Ini udah sering ni bannya bocor. Nggak tau kenapa. Yaudah kek mana lagi, males aja rudi masuk jadinya.

Kemudian, Rudi mengeluarkan sebatang coklat dari tas nya. Kemudian kami –aku, Rudi dan Ika- makan coklat bersama. Katanya coklat bisa mengurangi stress. onion-emoticons-set-1-9

*****

ADA UJI COBA SEBELUM UJI COBA

Daripada hari ini tidak ada hasil, kami –aku dan Ika- memutuskan untuk coba-coba mengerjakan running  di kost. Ini berkat idenya Ika. Dari sini aku tau, kalau Ika tu adalah tipe orang yang selalu mencoba untuk tidak menyesal walau di dalam hatinya menyesal, tapi dia mencoba untuk tidak memperlihatkannya.

Kami mengerjakannya tanpa timbangan, takaran yang hanya memperkira-kirakan. Kami memanaskannya pakai cahaya matahari. Kami bekerja seadanya tetapi kami bahagia. onion-emoticons-set-6-99

****

MENELPON DP 1

Kami menelpon dosen pembimbing 1. Kami ceritakantentang gagal masuk lab hari ini, bahan yang susah kami cari tu ternyata ada di global bang*nan. Tapi kata dosenku itu, bisa jadi bahan yang aku dapat itu sudah ada campurannya. DP 1 mencoba menghubungi mahasiswanya di lab. Sipil dan ok. Walau kami mendapatkan bahannya sedikit tapi itu sangat berharga memang yang dibutuhkan sedikit  onion-emoticons-set-1-8

“Pergi ke lab. Sipil, ntar temui Annisa atau chris”

Langsung disaat itu juga aku ganti baju. Ambil botol kaca yang kosong. Berangkat ke kampus. Mampir sebentar ke tempat es oyen sejenis es campur

“Bang, pesan 3 ya. Ntar saya balik lagi ke sini”

Lallu pergi ke lab. Sipil. Bertemu dengan kak Annisa. Dan pulang dengan membawa botol kaca yang sudah diisi larutan itu.

***

ES OY*N

Tidak lupa kami mampir ke tempat es Oy*n tadi. Disini selalu ramai dari awal buka hingga tutup, memang es nya enak. Es yang sangat fenomenal. Dan alhasil, setelah lama aku berdiri aku tidak mendapatkannya. Yasudahlah. Aku pulang saja.

***

WARUNG GOP*K

Tidak, kami tidak langsung ke kost. Makan dulu diwarung gop*k, tempat makan yang satu ini juga fenomenal. Sangat rame di saat jam makan siang. Banyak pengunjungnya. Juga lama kami menunggu hidangannya datang, ditemani dengan teh es jumbo. Tapi penantian akan terbayar dengan sambal dadakannya yang enak banget. Jam 15.00 kami menikmati ayam penyet. Setelah selesai makan, kami menenangkan perut dan kemudian seorang pengamen yang aneh datang. Pengamen ini datang tanpa gitar. Umur sekitar 15tahun. Memakai topi. Bernyanyi asal-asalan dengan lirik yang juga asal-asalan. Benar-benar melanggar hak cipta. Takut dan kemudian kami segera membayar di meja kasir. Pengamen itu datang menghampiri kami dan kami Berpura-pura tidak melihatnya, kemudian kami pergi.

 

Ditengah perjalanan.

E, larutannya.! E, ketinggalan.

Kami berbalik arah. Meja yang kami tempati tadi sudah bersih dan untung saja botol kacanya masih ada. Pengamennya tadi juga sudah tidak ada. Mungkin juga ikut dibersihkan juga

***

MENGHITUNG

Selanjutnya, kami –aku dan Ika- menghitung berapa banyak bahan yang akan kami gunakan besok. Perhitungan yang sebenarnya mudah tapi sulit ditanganku karena ada banyak pertimbangan, banyak keraguan. Sehingga yang sulit ini menjadi sukar.

***

MENYETRIKA BAJU

Selanjutnya aku menyetrika baju. Sudah lama tidak menyetrika, hingga lemari hampir kosong. Dan penyetrikaan berhenti ketika Buk Gina ingin masuk kamar. Dia sangat mengantuk. Aku yang juga sudah lelah, mencukupkan menyetrika sampai disini dulu. Waktu yang sudah aku habiskan untuk menyetrika kurang lebih 2,5 jam. 

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s