Blog ini seperti eskampiun….

Today is Sunday. Singkirkan segala hal yang berbau akademis. Mari bersantai. Aku membutuhkan itu.

Pagi: Percy Jackson Sea of Monster

“Then I woke up”, Luke

“Dan Luke mendapatkan kain wolnya karena aku memberikannya”, Percy Jackson

“Kau mencemaskan takdirmu? Maka buatlah takdir yang baru. Kau marah Poseidon mengabaikanmu? Maka buatlah dia menyesal.

Kau gusar tentang Tyson? Maka pastikan kematiannya tidak sia-sia”, Annabeth

 “Aku menentukan takdirku sendiri”, percy jackson…

 Yup, setiap kita memiliki takdir yang baik dan buruk. Tinggal kita yang menentukan, takdir mana yang kita pilih. But, remember.! Semuanya telah tercatat di Lauh Mahfuz sebagaimana cerita di film siang ini

Siang: The Vow.

Awalnya aku ingin seperti Paige dalam film The Vow, hilang ingatan. Kehilangan memori jangka pendek (4 tahun belakangan). Memiliki kesempatan untuk mengukir kembali sejarah hidup. Tapi, itu tidak akan mengubah masa depan, teman. Ujung-ujungnya bakalan kesitu juga karena memang begitulah ketetapannya. This movie inspired by true events.

 “Aku tidak bisa merasakan jari-jariku”, Paige

“Aku mencoba untuk membantumu. Tapi aku bukan kantung tinjumu. Kita tidak bicara satu sama lain seperti ini. Ini juga sulit bagiku, Paige”, Leo

“Kalau kami ditakdirkan untuk bersama, kami akan bersama”, Leo

“Aku menginginkan cintamu tapi bukan dengan cara seperti itu”, Leo

Makasih Emma dan Ipur untuk filmnya.

 Malam: Orphan

Dan jangan pernah tertipu dengan penampilan di awal, karena kau akan kecewa dengan apa yang terjadi selanjutnya. Sebagaiman penampilan Esther dalam film Orphan, ia adalah gadis kecil yang manis, selalu memakai pita di leher dan tangannya, pintar dan dewasa untuk anak usia 9 tahun. Padahal, ia sebenarnya adalah Leena (33 tahun) yang mengalami Hypopituitarism,seorang pasien Saarne Institue yang paling liar, sudah membunuh 7 orang dan selalu lolos sebagai anak kecil. Ia menipu sebuah keluarga di Estonia untuk mengadopsinya dan saat gagal merayu si ayah, ia bunuh pria itu beserta keluarganya. Lalu ia membakar rumahnya.

Without You

Aku rasa, aku sudah cukup dewasa untuk memilih. Memilih apa yang harus aku raih, apa yang harus aku pertahankan dan apa yang harus aku lepaskan. Begitu tegar dan tegasnya aku malam ini. Semua itu ku persembahkan untuk mereka yang selalu ada di belakang layar: My God, My prophet, My family n my friends especially to My Mom n Gina.

Apa yang terjadi di malam ini adalah hal yang tak ingin ku alami lagi. Ini begitu menyiksa dan menyakitkan. Apa benar ini menyakitkan? Ah tidak, barang kali hanya sebuah basa-basi.

Aku? Sakit? Hahaha,.. luka goresan begini aku merasa sakit? Tentu saja tidak. Aku sudah terbiasa untuk merasakannya, bahkan yang parah sekalipun sudah aku lewati. Aku tidak ingin kau merasakannya, ini begitu menyakitkan. Aku tak percaya kau akan sanggup jika ini terjadi padamu. So, jangan kau biarkan pisau itu melukaimu. Raihlah gagangnya, hingga kau dapat mengontrolnya. Kemudian letakkan ditempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Percayalah, apa yang ada dihadapanmu itulah yang terbaik. Jika kau tidak menyukainya, ubahlah dia dengan kelembutan. Semoga kita semua berbahagia karena aku dan kamu akan mampu mengontrol pisau.

Bicarakanlah. Aku tak ingin kalian mengalami apa yang aku alami cause I love both of U. Jangan sia-siakan apa yang telah aku korbankan. Dia menyayangimu lebih dari dia menyayangi masalalunya dan kamulah masa depannya.

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s