Blog ini seperti eskampiun….

Sampai

Tidak lama setelah dari perbatasan Riau-Sumatera Barat, di daerah Rimbo Datar, mobil yang ada di depan berhenti, begitu juga di depannya. Ada macet ya? Macet kenapa? Astaga, ada segerombolan pemuda disana. Ngapain mereka? Ya ampun, mereka melakukan pemungutan liar ternyata. Mereka pikir ini jalan nenek moyang mereka? Enak jidatnya aja. Jika tidak diberi, maka akan ada beberapa pemuda lainnya yang akan mendekati mobil. “Biar cepat, kasih aja deh”, begitulah kira-kira yang ada di benak kita. Anak muda zaman sekarang, memalukan.! Mengemis dengan cara paksa, yang di dapat tidak berkah. Naudzubillahiminzalik. Yang seperti ini harus diberantas, kalau tidak “nantik nurut kebawah-bawahnya, 7 turunan”, kata pak supir travel.

02.00 Aku melewati di Kota Payakumbuh.

02.30 Aku melewati Kota Bukittinggi dan disambut oleh kata “Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabulloh” di jalan raya. Maksudnya adat di Minangkabau sesuai dengan agama dan agama sesuai dengan kitab. Itu adalah semboyan Minangkabau.

03.00 Aku sampai di Padangpanjang.

“115 ribu, mel” kata pak supir sambil memberikan tiket travel A setelah memisahkan tiketku dari tiket penumpang yang lainnya. Ternyata banyak tiket yang dari travel A.

“Ini, pak” kataku sambil memberikan uang 150.

“Nggak ada uang pas, mel?”

“Nggak ada, pak. Tadi sih rencananya mau nukar tiket, makanya nggak nyediain uang pas”, kataku mulai memancing agar bisa menukarkan tiket.

“Nah, lalu?”, kata bapaknya. Yes pancinganku berhasil

“Iya, makanya nggak nyiapin uang pas”, astaga kok aku jawab ini? Mestinya aku bertanya: Bisa digunakan tiket ini, Pak? Mestinya aku tukarkan tiket dulu, kalau nggak bisa baru bayar. Aduh, kok aku jadi gini sih? A, yasudahlah. Apa boleh buat. Nasinya udah menjadi bubur. Jadi sekarang aku punya 6 tiket.

Sesampainya di rumah, aku tidak mengantuk. Tapi, tidur aja lah. Selamat tidur~

=====

Ketika keArsitekturanku di tantang

Hari ini, lumayan berat. Aku memang suka mengubah-ubah posisi perabot di rumah. Kearsitekanku dibutuhkan disini. Karena memang rumah sedang direnovasi. Dari pagi sampai sore begitulah aktivitasku angkat-angkat, geser-geser, dorong-dorong.

=====

Nauval

Laper. Tapi tidak ada lauk, jadi aku dimasakkan mie oleh Nauval (adek bungsuku yang sekarang sudah kelas 5 SD). Hari ini, Nauval tidak mengaji ke MDA, dan juga tidak les. Katanya sih kepalanya pusing. Tapi Tya bilang, “Kak, nggak usahlah kakak pulkam besok ni. Nggak ngaji si noval jadinya” kata Tya bercanda. Lalu Nauval bilang, “Kakak kan sesekali pulang, jadi nggak papa lah”. Ini memang becandaan, tapi jika diresapi ini menyentuh. Adikku, rela tidak mengaji ke MDA dan pergi les, demi aku. Alasannya sakit kepala. Ah, nggak juga dia jingkrak-jingkrak sana sini. Sehat-sehat aja.

“Nauval senang kakak di rumah?”, tanya Papa kepada Nauval.

“Iya, tapi kalau marah, Nauval nggak suka do, Pa”

“Kamunya bandel sih”, kata Papa.

Hahaha,… Nauval, Nauval. Jangan bandel ya dek sayang, jadi anak yang baik. Tumbuhlah menjadi pemuda yang bertakwa.

Malamnya, aku menemani Papa ke rumah temannya. Ya, sambil melihat keadaan Padang panjang. Wah, ternyata masih gitu-gitu aja. Tapi, cuaca malam ini, tidak sedingin biasanya. Biasanya aku menggigil kalo keluar malam. Pulangnya, kami membeli sate dan air tawar. Selamat makan-minum~

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s