Blog ini seperti eskampiun….

Saya konfirmasi dulu, ya

Pagi ini, aku kembali harus berurusan dengan koordinator penelitian karena aku harus mengurus penggantian dosen pembimbing 2. Menunggu beliau di depan ruang dosen bersama kak Rahma, Ipur, dan Ika. E, Ibuknya datang onion-emoticons-set-6-44. Aku dan Ika masuk ke ruangan dan, berbicara blablabla. Setelah keluar dari ruangan,

“Apa kata Ibuknya, Im?”, tanya Ipur kepadaku

Ketika aku mau menjawab, kak Rahma langsung bilang, “Saya konfirmasi dulu, ya”

“Hahaha. Iya, kak”, kataku. Sepertinya kakak yang minggu depan akan seminar proposal dan sekarang sedang magang di perusahaan asing ini sudah hafal betul kata-kata buk koor.

“Dia memang selalu begitu”, kata Kak Rahma

onion-emoticons-set-6-28onion-emoticons-set-6-28onion-emoticons-set-6-28

>> masih di depan ruang dosen <<

Laporan KP ku dan satu lagi punya siapa?

Pergi ke perpustakaan. Oia, aku kan sudah menyerahkan laporan kerja praktek ke perpustakaan. Barang kali sudah ada di rak buku. Aku, Ika dan Ipur melihat satu per satu rak buku berwarna kuning. Kami terheran, kenapa laporan KP (Kerja Praktek)nya Ika ada, sedangkan aku tidak ada. Aku sudah lebih dulu menyerahkannya dari Ika. Lho, kok tidak ada?onion-emoticons-set-6-47. O, tidak. Ini tidak mungkin. Pasti ada, pasti ada. Aku terus mencari dan hey. Ada dua laporan KP di suatu rak. Sekali lagi, hanya dua laporan.

???????????????????????????????

Iya, benar. Salah satunya punyaku. Satu lagi punya siapa? Apa? Marli. Hahahah.. Kami tertawa. Nggak di chevron, nggak di kelas, aku dan Marli memang selalu bersama. Ah, bosan aku onion-emoticons-set-6-48. Tapi yang penting laporanku sudah ada di rak perpustakaan.

Selanjutnya aku mencari referensi untuk penelitian, sampai-sampai aku lupa waktu. Tiba-tiba Andri datang ke Perpustakaan onion-emoticons-set-6-59. Tumben ni anak di pustaka. Oia, aku lupa kalau kami –aku dan Andri- sekarang harus revisi tugas besar PAM onion-emoticons-set-6-38onion-emoticons-set-6-38 .

>> detik terakhir di perpustakaan<<

Aku tunggu ya, di bawah Pohon

Tugas besar dikerjakan berkelompok. Kelompokku beranggotakan aku, Andri dan Riki. Sekarang sudah ada Andri, berarti tinggal menunggu Riki. Tadi pagi sebelum ke ruang dosen aku melihat Riki di bawah pohon mangga (tempat nangkringnya para mahasiswa teknik lingkungan ’10). Tapi sekarang mana ya? SMS, nggak di balas. Yaudah, telpon aja..

Aku: Ki, lagi dimana?

Riki: Riki lagi di rumah, mel. Ni ane udah mau berangkat.

Aku: Yaudah, imel tunggu ya di bawah pohon.

Riki: Riki berangkat ke Dumai, mel

Aaarrrgghhh.. onion-emoticons-set-1-15onion-emoticons-set-1-15 kirain mau berangkat ke kampus. Jadi, dia nggak ikut asistensi lagi donk. Fiyuhhh…

Aku: Pergi sama Indah itu ya?

Riki: Iya, mel.

Aku: Alasannya apa ntar sama bapak?

Riki: Bilang aja KP

Oia, ya. Dia hari senin sudah mulai KP di Dumai. Jadi hanya tinggal aku dan Andri yang asistensi tugas besar. Sebentar lagi juga Andri mau KP. Berarti aku tinggal sendiri lagi donk. Hufhhh… Aku lebih baik ditinggal main futsal dari pada ditinggal pergi KP….

>>di bawah pohon mangga<<

HBD, Cuy Vadil

1017027_771445972879738_9161316866844356556_n

Lagi, lagi lagi ngerayain ultah pacar orang. Pacar aku kapan? Emang aku punya pacar? Hahaha,.. sepertinya aku lebih memilih pensiun dini dari yang namanya pacaran. Berkali aku mencoba untuk membuka cinta yang baru, berkali aku mencoba membuka lembaran baru tetap saja aku lebih memilih untuk mengakhirinya.

Percuma saja aku bersama orang lain jika hatiku tidak terpaku padanya. Percuma saja jika dipaksakan untuk menjalaninya, toh yang ada selama pemaksaan itu dia yang tersakiti. Mending langsung merid, ya nggak? Tapi, nggak tau juga lah ya ke depannya bagaimana. Aku senang melihat di TV Okky dengan Rio, Alyssa dengan Dude. Suatu hari nanti, aku dengan siapa ya? Aku percaya, suatu hari nanti aku akan mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik. Tidak ada pengkhianatan, tidak ada kebohongan yang ada hanya kesetiaan, kejujuran dan ketaatan. Amin. Jadi ingat SMS dari provider itu..

>>di teras kost saat makan sudae dan kentang goreng<<

Catatan Seorang Ukhti

Rencananya malam ini aku mau mengangsur tugas besar dan penelitian. Tapi petir. Mataku masih segar. Jadi, baca buku aja lah. Malam ini aku berhasil menamatkan buku “Catatan Seorang Ukhti” karya Koesmarwati. Buku yang tipis berhalamankan 123 halaman ini sudah aku baca sejak tahun 2011. Saking aku tidak hobi membaca buku.

Buku itu adalah pemberian dari Kak Sita. Russita Martani, S.T. Semoga gelarnya juga segera menyandang di belakang namaku. Imelda Dewi Agusti, S.T. Semoga ya Allah. Buku itulah yang sekarang telah menginspirasiku untuk membuat postingan setiap hari yang terangkum dalam “99 hari mengerjar  sarjana”. Setelah selesai membacanya barulah aku tidur. Ternyata, membaca itu menyenangkan. onion-emoticons-set-3-79

Comments on: "66: ganti dosen+misteri laporan KP di rak perpus+Riki ke Dumai+Ultah Vadil+Baca Buku" (1)

  1. […] LAPORAN KP (Kerja Praktek), dengan perjalanan pengumpulan yang panjang. Harus bolak balik ke kampus namun akhirnya kelar juga. Dan terjajar di rak perpustakaan, lengkap dengan misterinya. […]

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s