Blog ini seperti eskampiun….

Bukan Miss Bossy

Hari ini, jadwal yang sangat padat. Pagi ini, menyelesaikan beberapa bagian tugas besar PAM dan PAL. Tugas besar PAM selesai di print, namun tidak untuk tugas PAL tidak bisa di print karena masih banyak yang harus diperbaiki.

=PAL=

Rencananya jam 11.30 aku mau asistensi tugas besar PAL. Bagaimana ini, sekarang sudah jam 11.15, masih banyak bagian yang harus diedit. Ini tidak terkejar. Aku SMS dosen pembimbingnya, aku bilang kalau aku tidak jadi asistensi karena masih belum selesai. Untungnya dosenku ini bukan bertipe ‘cepat-cepat asistensi’ tapi bertipekan ‘selesaikan dulu dengan baik, baru asistensi’. Dan ibuknya mengiyakan.

Baru tadi pagi aku ngecek data dari Riki dan Andri, menurutku masih banyak yang harus diperbaiki. Maaf, bukannya bossy hanya saja, aku nggak enak lo kalau misalnya revisian yang kita asistensikan itu masih banyak salahnya, masih banyak salah ketiknya, tidak terlihat keseriusannya. Ibuknya membaca dengan detail loh. Nggak enak aja kan rasanya kalau dosennya bakal memeriksa dengan sepenuh hati, masak kita kalah dengan beliau? Ya, nggak? Tetap semangat yaaa, guys..

=PAM=

Siangnya aku dapat SMS:

Imel, jadi PAM?

Bukannya Yanta, andri, riki, hafiz nggak bisa ya???

Ini apa-apa an ini? Lho, perasaan yang dari kelompokku –Andri dan Riki- bisa-bisa aja tuh asistensi. Tapi kok dibilang nggak bisa ya…???

SMS selanjutnya:

Sebenarnya sih…

Hmm..

Sebenarnya kami yang cowok mau main futsal hari ini.

N fina dgr2nya juga hari ini mau menyelesaikan laporan KP

Futsal? Wah, langsung memori minggu lalu teringat kembali. Ketika aku ditinggal main futsal oleh –Andri dan Riki-, sehingga aku asistensi seorang diri. Iya, mereka –andri dan riki- memang tidak mengabariku waktu itu. Yasudahlah. Dari pada aku sendiri lagi, aku membatalkan asistensi PAM hari ini. Kemudian aku mengklarifikasi pembatalan asistensi hari ini kepada mereka. Dan tahukah kamu apa respon mereka? Mereka merespon hal yang sama: Lho, kok nggak jadi, Mel?

Lho, apa-apaan ini? Berarti sebenarnya mereka bisa. A, ya sudahlah. Lagian nomor dosennya juga tidak aktif. Pelajaran dari hal ini: Kepercayaan dalam satu team itu penting

=====

Film MamaCake

Film layar lebar ini kocak, seru, penuh, banyak pelajaran yang bisa diambil walaupun suaranya sedikit kurang jelas but it’s OK karena dilengkapi dengan tulisan-tulisan kok, kayak komik gitu. Pengambilan gambar yang keren, banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi. Bahkan endingnya sekalipun. Endingnya mengecewakan karena aduh, gantung. Asli gantung banget, banyak hal-hal yang tidak terjawab.

Itu si Raka yang diperankan oleh Omesh dengan Mawar yang diperankan Dinda Kanya Dewi gimana ceritanya, apa mereka benar-benar tidak ketemu lagi?

Itu si Bule dengan si Loli gimana hubungannya?

Itu si Rakha jadi berprofesi sebagai penulis nggak?

Banyak lagi yang menjadi tanda tanya besar. Diakhir cerita, Rakha bertemu dengan neneknya yang sehat dan segar bugar. Sebelumnya Rakha disuruh Papa membeli Mamacake langsung dari Bandung, karena begitulah permintaan terakhir si nenek yang memang sedang diopname di rumah sakit karena sakit jantung. Perjalanan dari Jakarta ke Bandung, dan membawa MamaCake dari Bandung ke Jakarta bukan main berat perjuangannya.

Tiba-tiba begitu tersadar, sepupu Rakha menyuruhnya untuk segera ke ruangan nenek. Ternyata, nenek sudah meninggal dunia.

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s