Blog ini seperti eskampiun….

Diawali oleh Hati yang Riang

Entah kenapa, pagi ini aku sangat senang. Tidak tau kenapa, apalagi ketika kami –Aku, Lena dan Gina- berencana untuk pergi ke perpustakaan UR hari ini. Entah kenapa langkah ini terasa ringan, hati ini terasa riang. Siapakah yang akan aku temui hari ini? Apakah yang terjadi pada hari ini? Entahlah, aku ikuti saja kemana alur Kamis ini.

>> Berangkat ke kampus <<

Jadinya Siang, jam 4

Pagi ini aku masih sibuk mengerjakan tugas besar PAM. Memang hari ini aku, Riki dan Andri berencana revisi tugas besar jam 9.30. Sesampainya di kampus, dosen yang bersangkutan belum datang. Setelah dosennya di hubungi, ternyata bapaknya memang tidak ke kampus pagi ini. Padahal aku sudah buat janji dengan Bapak itu kemarin.

“Nantik siang saya ke kampus”, kata beliau di dalam telpon

“Siang jam berapa, Pak?”, tanya Riki

“Siang jam 4 lah ya”

.

Jam 4 aja masih siang, sorenya jam berapaan ya.???

>>Menjelang tidur siang di kost DJ<<

Ini dia yang ditunggu-tunggu

14.00 Aku dan Ipur pergi ke perpustakaan. Sebelumnya sudah ada Gina dan Lena yang sudah duluan sampai di perpustakaan. Sejauh ini masih standar, aku masih belum menemukan arti keriangan yang aku rasakan dari tadi pagi. Bahkan setelah 2 jam di perpustakaan UR ini, aku tidak mengalami suatu hal yang istimewa.

>>di perpustakaan UR<<

Satu persatu tinggalkan aku

16.00 aku kembali ke kampus teknik, revisi tugas besar. Riki, yang tidak mengangkat telpon. Aku rasa sih dia lagi main futsal. Tapi kurang tau juga. Andri yang tadinya sudah di kampus, tetapi pergi meninggalkan kampus teknik karena sudah hampir satu jam menunggu bapaknya belum pulang. Dan Aku yang masih tetap setia menunggu bapak itu di kampus. Terimakasih purwanti yang mau menemani aku menunggu bapak. Penantian tidak sia-sia. Bapaknya datang, revisi tugas tanpa teman kelompok –andri dan riki-.

“Mana yang lain?”

“Nggak tau, Pak”

“Tidak dikasih tau temannya yang lain?”

“Tau kok, Pak. Kan Riki yang nelpon bapak”

“Dia yang nelpon dia pula yang tidak datang”

Aku cuma tersenyum diluar. Semoga mereka tidak akan seperti ini lagi untuk kedepannya. Kita do’akan saja yang terbaik

>>Setelah menyusun lembaran Revisi tugas Besar PAM<<

Begadang.!!

Dengan semangat yang menggebu-gebu. Aku ingin menyelesaikan tugas besar PAM ini sesegera mungkin. Malam ini begadang. OK, begadang. Ah, tetapi omdo –omong doang- toh ujung-ujungnya Gina –teman sekamarku- mendapati aku tengah tertidur di lantai kamar

>> bangun tengah malam <<

Sebagian besar postinganku bercerita tentang tidur yaaaa… Separuh hidupku memang dihabiskan untuk tidur. Haduh, bagaimana ini? Bagi aku, tidur itu rejeki. Kenapa? Iya, ada banyak orang yang tidak bisa tidur karena mengerjakan tugas. Justru aku ketiduran. Banyak orang yang tidak bisa tidur, justru tidurku sampai ‘tumeph-tumpeh’. Adalagi yang tidak nyenyak tidur. Beh, aku selalu nyenyak tidur. Pernah ditanya, what is insterest fact about me? Lalu aku menjawab: I can sleep every where n every condition… dan aku bersyukur akan hal itu. Dan terlepas dari itu semua, kembali ke pertanyaan awal. Aku masih bingung, kenapa hati ini begitu senang ya? Dan hingga kini aku tidak menemukan jawabannya.

>> Selamat tidur<<

Comments on: "75: Jawaban dari keriangan hari ini" (1)

  1. […] lagi, aku pernah ditinggal sendiri saat akan asistensinya. Ah, itu menyedihkan sekali. Satu malam sebelum pengumpulan tugas, akunya juga kelabakan. Namun […]

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s