Blog ini seperti eskampiun….

Nonton film tenggelamnya Kapal Van Der Wijck lagi bersama putra, teman satu KKN. Tau-tau pas nyantai-nyantai di teras kosan ada yang mintak tolong,

“Mel, tolongan buang sampah ko ciek, rang sagan ado kawan Mel dilua”.

Iya, saat itu ada putra di kosan.

Oke dengan senang hati aku mengambil sampah yang terdiri dari beberapa sampah kering yaitu plastik dan kertas koran. Aneh, emang sampahnya harus dibuang sekarang juga? Tumben. Lalu mereka bilang,

“Itu korannya abis dipipisin kucing”.

Mendengar mereka bilang hal demikian oke, rasa aneh dan tumben yang tadinya ada menjadi hilang. Saat aku membelakangi mereka dan melangkah menuju tong sampah besar yang ada di depan kos…

PLLLAAAKKK..!!!

Satu telor diceplokin ke kepalaku. Astagfirullohal azim. Asli ini diluar dugaan..

Berbeda dengan tahun kemarin, aku pura-pura pingsan… Kali ini aku habisin semuaaaaa hahaha,.. berani lempar aku, berarti berani juga kena telur… hahaha.. Telur yang udah mereka ceplokin ke aku, aku ambil lalu aku poleskan lagi ke badan mereka.. Iya kan buk ayi dan buk gina..??

Lala, gadis remaja yang saat sekarang ini masih semester satu, ingin mendokumentasikan moment ceplak ceplok ini harus pasrah tangannya dipolesin telur..

Mereka yang malam itu aku tantangin untuk keluar. “Kalau berani, sini lempar aku”, sahutku dari halaman kost. Gina yang merasa ditantangi langsung membuka pintu dan mendekati aku. Ditangannya sudah ada 1 buah telur yang suuuupppeeerrr busuk. Ku pegang tangannya, dan mual lah kami bersama menikmati busuknya telur itu. Ih, saat mengetik ini aja aku rasanya mau muntah..

Bak kato tek yen (Ibunya Gina), kalau wak punyo kue ciek bagi duo. Kalau punyo duo, ciek-ciek surang…

Buk ayi, dengan 1 telur di tangan, dan 1 lagi ada di dalam kantong celana. Aku mengambil resiko untuk memecahkan telur yang ada di kantong celana itu… Iiiiii.. menggleper-gleper lah tu ya di dalam kantong.. hahah… Iya kan buk ayi,..???

Tak mau tinggal diam, dia lemparkan lagi. Aku polesin lagi… hahaha…

Tidak hanya telur, tepung dan air juga menghujam badanku malam itu. Brrrr.. macam adonan kue aku dibuatnya. Tinggal dioven aja lagi…

14.01.12 ceplok telur

Aku capek, mereka capek, semuanya capek. Entah berapa telur yang sudah mereka buang untuk menghabisiku di malam itu. . .  Saatnya yang AKAN berulang tahun membersihkan teras depan kos. Sengaja akan ditulis besar-besar karena ulang tahunku masih satu minggu lagi…

Sekali lagi,

AKAN BERULANG TAHUN

Lalu, kenapa mereka nyeplokin sekarang?
Karena mereka akan pulang kampung. Tak ingin kehilangan moment, jadi mereka nyeplokin JAUH lebih awal.

sekali lagi,

JAUH lebih AWAL…

14.01.12 bersih-bersih

At midnight, ada dua orang yang mengetok pintu kabar. A, ada  Nana. Nana, si tukang nyeplok telur yang paling ganas. Bahkan dengan orang yang tidak dia kenal. Saat moment nyeplokin tadi, Nana memang ada. Maklum lagi jalan sama boyfriendnya. Wajar saja kalau aku trauma. Lalu aku menutup pintu. Sekuat tenaga aku mendorong pintu. dan begitu juga dengan Nana. N surprise, ternyata ada Ayi di belakang Nana yang membawa kue.

14.01.12 kue ultah

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s