Blog ini seperti eskampiun….

Mau bukti…????

Okeyh,…. siapa takut… (ala iklan sampo clear)

Masih ingat nggak sama kisah tentang 2 orang ibu yang sama2 mengaku sebagai ibu dari seorang bayi, lalu meminta nabi Sulaiman AS untuk memberi keputusan yang adil kepada 2 ibu tersebut….???? Hayoo,,, masih ingat nggak.??? Jika lupa atau memang tidak tahu,… berikut kisahnya:

Kisah ini terjadi ketika Nabi Sulaiman masih muda. Ada 2 ibu yang berebut bayi. Raja Daud mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan mana yang sebenarnya menjadi ibu bayi itu.

[Tunggu,… tunggu… apa hubungannya dengan Nabi Daud..? yeeeeaaa,.. itu aja g tau. itu aja g tau (ala OVJ)…jujur, saya juga baru tahu. hehehe….
jadi begini, Raja kerajaan Bani Isra’il adalah Nabi Daud a.s. Beliau sudah sangat tua. Beliau memiliki beberapa putra. Salah satu putranya bernama Nabi Sulaiman. Dia selalu mendampingi ayahnya….  itu (ala MTGW)]….

Lanjut cerita,…

Raja Daud mencoba untuk menggunakan cara rayuan. Beliau berpendapat, dengan cara-cara yang amat halus, mungkin salah satu dari 2 wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Daud itu justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda Raja semakin bingung. Karena kasus berlarut-larut, maka Nabi Sulaiman memberanikan diri untuk membantu ayahnya memberikan keputusan yang adil.

Kini Nabi Sulaiman menggantikan hakim. Nabi Sulaiman tiba-tiba mengeluarkan sebilah pedang. Nabi Sulaiman memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja. “Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?” kata kedua perempuan itu saling memandang.

Kemudian Nabi Sulaiman menjawab: “Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”
“Tidak, bayi itu adalah anakku.” kata kedua perempuan itu serentak. “Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata.” kata Nabi Sulaiman mengancam.

Perempuan pertama senang bukan kepalang. Sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris. “Jangan, tolong jangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu.” Kata perempuan kedua.

Nabi Sulaiman tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Nabi Sulaiman segera mengambil bayi itu dan langsung menyerahkan kepada perempuan kedua. Nabi Sulaiman minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata.

” Sulaiman, kamu hebat sekali,” kata Ayahnya, Raja Daud. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Nabi Sulaiman, putranya.

Nah,… jadi yang adil itu, tidak harus membagi dua bayi itu,.. tapi memberikan sang bayi ke pada ibunya, itulah yang adil.

Sama halnya saat pembagian THR dari sodara n tetangga [hehehe,. kan masih area lebaran,, gpp lah bahas THR],… yang tua dapat bagian yang besar dari yang kecil itu wajar,..karena kebutuhannya juga lebih besar,… tapi, kalo g kebagian juga gpp kan..???kan udah gede’ …. hehehehe

Kembali ke laptop..!!! (ala bukan empat mata)

Jadi, yang adil itu yang bagaimana..???

MELETAKKAN SESUATU PADA HAKNYA… ITU LAH YANG ADIL….

Sumber: radio TOP FM, myislamicstudies.blogspot.com,

Baca juga:
Nabi Isa dan ibunya adalah Tuhan..???
Nabi Yusuf menakwilkan mimpi raja
dakwah nabi Yusuf
nabi Yusuf dipenjarakan
Nabi Yusuf digoda

Comments on: "Adil Itu Bukan Bagi Rata…" (2)

  1. Iya memang begitu, adil itu bukan sama rata, ibarat memberikan potongan roti kepada bayi dan ibunya.

    http://www.imamsuro.com

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s