Blog ini seperti eskampiun….

Membicarakan karbon, akan mengingatkan kita pada transportasi yang sudah membludak. Pada cerobong asap dari berbagai industri,…

Disini kita tidak akan membahas sejauh itu, karna ada penghasil karbon yang lebih dekat dengan kita, yaitu bernafas dan makanan

Mengapa bernafas menghasilkan karbon?
Karena di dalam tubuh kita terjadi pembakaran. kembali ke SD. Masih ingat kata guru SD? kita menghirup Oksigen dan mengeluarkan KARBON dioksida. SEPAKAT.????.. sepakat..!!!

Seorang dosen teknik lingkungan UR pernah mengatakan, karbon yang dihasilkan dari pernafasan manusia belum dipermasalahkan dan dihubung-hubungkan dengan pemanasan global, karena masih wajar. Syukur deh, ntar kalo dilarang bernafas gimana???

OK, kita lewati bernaafas. Sekarang kita menuju makanan…

Dampak pemanasan global akan semakin terasa jika manusia tidak segera membatasi polusi udara. Untuk makan saja, tiap manusia sudah menyumbang polusi sebanyak 2 ton karbon dioksida (CO2) pertahun. Angka itu sudah meliputi berbagai tahapan penyiapan makanan, mulai dari cocok tanam, pengolahan, pengemasan hingga distribusi dan penjualan. Dari total emisi yang dihasilkan manusia tiap tahun, tahapan-tahapan itu menyumbang polusi sekitar 20 persen.

Para ahli dari Universidad de Almeria (UAL) menyimpulkan hal itu setelah meneliti pengaruh pola konsumsi makanan di Spanyol dengan tingkat pencemaran lingkungan. Kesimpulan tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Life Cycle Assessment.

“Dalam setahun, tiap orang menghasilkan polusi 2 ton karbon dioksida dari makanan dan menghabiskan energi sekitar 20 gigajoule untuk mengolahnya,” ungkap Ivan Munoz, salah satu peneliti seperti dikutip dari Science Daily, Rabu (3/11/2010).

Selain mencemari udara, proses pengolahan makanan juga mencemari perairan terutama dengan limbah nitrogen dan fosfor. Bahkan limbah alamiah berupa kotoran manusia juga merupakan sumber pencemaran air.

Di dalam air, materi organik pada kotoran manusia menjadi sumber nutrisi bagi alga. Akibatnya terjadi booming atau ledakan pertumbuhan alga yang membuat kadar oksigen terlarut menipis dan berbau tidak sedap.

Untungnya, kotoran manusia juga menjadi pupuk bagi tanaman lain 
sehingga memperbanyak terjadinya fotosintesis. 
Salah satu produk fotosintesis adalah oksigen yang sedikit/banyak 
dapat menetralisir emisi karbon dioksida dari makanan.

...subhanallah...

Berbicara soal makanan, yuk intip:
ketika kepedasan,…
cara baru memasak mie
cara baru memasak agar-agar

sumber: crow-post.blogspot.com,

Mau meninggalkan Jejak? Silahkan Like Pada Facebook/ Follow Pada Twitter/ Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini :) Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s